Pertualangan Seorang Manusia

Aneh di Sini – Selamat di Sana

Posted on: Juli 19, 2007

Strange ?

“Dunia memang aneh”, gumam Pak Ustadz

“Apanya yang aneh Pak?” tanya penulis yang fakir ini.

“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi
terbolak-balik,
tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan
seharusnya dipergunjingkan,
sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan
biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian
yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu
antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak
Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,
menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian
dan berjalan menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang
sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih ? tanya ibu
muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain
rasanya;

“Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang
semestinya seperti itu ditumbenin ?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah
jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja ?

Kenapa orang ke mesjid dianggap aneh?

Orang yang pergi ke mesjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru
tengah asik nonton sinetron “intan”.

Orang ke mesjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang
sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara
panggilan adzan.

Orang kemasjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan
mobilnya yang kotor kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,
“Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu” , kata Pak
Ustadz.

“Keanehan-keanehan” disekitar kita ?

Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti
akan nampak “aneh” ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan
ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”,
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah
sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh
ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan
makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya
tidak silau dan nyaman.

Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan
malah sebaliknya,
yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat.

Aneh bukan ?

Cobalah hari ini shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena mesjid
masih kosong,
dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa
aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal
nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat
al qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut
menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at
dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih,
karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor,
wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul gak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya,
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya
terhadap orang-orang beriman.

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah
merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*). Sesungguhnya
shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang
beriman. (Annisaa:103) *

Jangan takut untuk shalat jum’at dishaf terdepan, karena perintahnya pun
bersegeralah. ….

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
beli (1475), yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al
Jumu’ah:9)

[1475] Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di
hari Jum’at,
Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan
meninggalkan semua pekerjaannya.

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur’an,
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati,
saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah
sebaik-baik perkataan;

*Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
” Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri ?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah
menciptakan ladang amal bagi kita.
Kalau sekali seru, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa
yang kita serukan, habis donk ladang amal kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim
e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih ?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang
disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat”

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran
dan bertujuan untuk kebaikan.
Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer
atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari
e-mail yang isinya asal kirim saja.

Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun
sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang
mewah sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka”
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan
menyelematkan kita.

Selamat jadi orang aneh ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: